HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DINAS

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DINAS POLRI
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.  1.1.  Latar Belakang
Peran komunikasi dalam pelayanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari setiap pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi kadangkala pasien merasakan komunikasi yang sedang berjalan tidak efektif karena kesalahan dalam menafsirkan pesan yang diterimanya. Jika kesalahan penerimaan pesan terus berlanjut akan berakibat pada ketidakpuasan baik dari pihak keluaga pasien maupun petugas kesehatan. Kondisi ketidakpuasan tersebut akan berdampak pada rendahnya mutu pelayanan yang diberikan petugas kesehatan kepada pasien yang pada akhirnya pasien akan lari pada institusi pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, alangkah bijaksana dan tepat jika institusi pelayanan kesehatan (Rumah Sakit) dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Salah satu bentuknya adalah dengan meningkatkan komunikasi yang baik dan efektif melalui komunikasi terapeutik.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah komunikasi, dalam hal ini juga termasuk perilaku, tutur kata, keacuhan, keramahan petugas, serta kemudahan mendapatkan informasi dan komunikasi menduduki peringkat yang tinggi dalam persepsi kepuasan pasien RS. Tidak jarang walaupun pasien/ keluarganya merasa outcome tak sesuai dengan harapannya, pasien/keluarga merasa cukup puas karena dilayani dengan sikap yang menghargai perasaan dan martabatnya (Suryawati dkk, 2006).
Komunikasi merupakan komponen yang penting dalam keperawatan sehingga perawat perlu menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan pasien. Dalam memberikan asuhan keperawatan komunikasi yang dilakukan perawat dengan pasien bukanlah komunikasi sosial biasa, melainkan komunikasi yang bersifat terapi. Komunikasi seperti itu disebut juga komunikasi terapeutik yang merupakan komunikasi antara perawat dengan pasien yang dilakukan secara sadar selain itu juga bertujuan untuk kesembuhan pasien.
Penelitian yang dilakukan oleh Mardini (2002) tentang Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Rawat Inap Di RS. PolPus Raden Said Sukanto Tahun 2002. Bahwa didapatkan dari 119 kuesioner yang layak dianalisis terungkap bahwa tingkat kepuasan responden di rawat inap Rumkit Polpus Raden Said Sukanto selama mereka dirawat yaitu sebesar 37,7% (72 orang) sedangkan yang tidak puas adalah 62,3% (119 orang) (Suryadi, 2008)

Dari data SPI R.S. Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya pada tahun 2011 diperoleh bahwa pasien dinas POLRI yang tidak puas terhadap pelayanan keperawatan sebanyak 25, 65% dari 49 keluhan pelayanan rumah sakit melalui kontak telepon dan SMS.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniasih pada tahun 2002 tentang hubungan kinerja perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien ditinjau dari persepsi pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Kepolisian Pusat Raden Said Sukanto menunjukkan bahwa 80,9% pasien merasa tidak puas dan sebanyak 19,1% pasien merasa puas dengan kinerja perawat pelaksana

Dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di R.S. Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya didapatkan data awal bahwa pasien Dinas POLRI yang dirawat di Ruang Flamboyan  sebanyak 70% atau 7 orang dari 10 orang pasien yang menjalani masa perawatan = 3 hari mengatakan telah diberikan penjelasan oleh perawat dengan baik. Sedangkan sebanyak 50% atau 5 dari 10 orang pasien mengatakan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat di ruang Flamboyan R.S. Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.  Data tersebut berdasarkan hasil observasi secara wawancara dengan pasien atau keluarga tetapi tidak dilakukan pengukuran dengan instrument pengukuran kepuasan pasien.

Fenomena yang terjadi di Instalasi Rawat Inap R.S. Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya bahwa kecenderungan para tenaga perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik masih ada kesenjangan antara pasien Dinas POLRI dengan pasien Non Dinas (umum). Salah satu faktor penyebabnya adalah pasien Dinas POLRI tidak dikenakan biaya perawatan (Gratis), sehingga hal ini berakibat banyaknya saran, kritikan, keluhan-keluhan dan komplain tentang pelayanan kesehatan khususnya komunikasi terapeutik tenaga perawat dengan anggota POLRI dan keluarganya.
Padahal salah satu tugas pokok dari pelayanan kesehatan di lingkungan POLRI adalah meningkatkan pelayanan di Rumkit-Rumkit Bhayangkara/ Poliklinik Dokkes POLRI yaitu pada aspek performance (fisik, lingkungan, personil) ketanggapan, kehandalan, aman, dan dengan empathy guna menimbulkan citra pelayanan dan kepercayaan pasien POLRI (Pedoman Pelayanan Prima, Pusdokkes POLRI, 2005).

Dengan komunikasi terapeutik perawat yang baik dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan, diharapkan kepuasan pasien akan pelayanan yang diberikan kepada pasien/keluarga khususnya pasien Dinas POLRI sebagai pelanggan yang harus diutamakan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya dapat tercapai sehingga mutu pelayanan kesehatan POLRI semakin meningkat.
Sikap/perilaku yang diharapkan pelanggan dalam berkomunikasi dengan pasien adalah tersenyum, sopan, sebut nama pelanggan, bersalaman dengan kuat, menatap wajah lawan bicara, tubuh mendekati lawan bicara, responsive dan reaksi positif, duduk dengan sikap tegak, mengganggukkan kepala dan ucapkan terima kasih. (Pedoman Pelayanan Prima, Pusdokkes POLRI, 2005)
Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam dan mengetahui hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien Dinas POLRI selama menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

1.2.   1.2. Rumusan Masalah
Setelah mengetahui gambaran tentang kepuasan pasien dan uraian dari latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan adalah apakah ada hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien Dinas POLRI selama menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya
1.3.  Tujuan.
1.3.1.      Tujuan Umum
Mengetahui hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien Dinas POLRI selama menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.
1.3.2. Tujuan Khusus
1.3.2.1.  Mengidentifikasi pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.
1.3.2.2. Mengidentifikasi kepuasan pasien Dinas POLRI di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.
1.3.2.3. Menganalisis hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien Dinas POLRI selama menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.
1.4. Manfaat
1.4.1. Pasien Dinas POLRI (responden)
1.4.1.1. Dengan meningkatnya komunikasi yang dilakukan oleh perawat maka pasien khususnya Dinas POLRI mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik
1.4.1.2. Sebagai bahan pertimbangan dan masukan kepada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya anggota POLRI.
1.4.2. Bagi Profesi perawat
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) bidang keperawatan melalui komunikasi terapeutik keperawatan.
1.4.3. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan
1.4.3.1. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan anggota POLRI
1.4.3.2. Mengetahui seberapa jauh perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien Dinas POLRI
1.4.4. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat dijadikan sumbangan pengetahuan dan tambahan informasi mengenai hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien Dinas POLRI selama menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

0 Response to "HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DINAS"

Poskan Komentar

Google+ Followers