Konsep Dasar tifoid fever

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TIFOID FEVER

Konsep Dasar
1. Definisi
Typhoid adalah suatu penyakit pada kasus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang di sebabkan oleh salmonella typhi, almonella type A,B,C penularan terjadi secara pecal, oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi .(Smartnet, Mansoer Arief.M, 1999)
Demam typhopid adalah infeksi sistemik akut yang di sebabkan infeksi salmonella typhi . organism ini masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh feces dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella.  (Smartnet, Mansoer Arief.M, 1999)
Demam typhoid dan paratifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus. Demam paratifoid menunjukkan manifestasi yang sama denga ntifoid namun biasanya lebih ringan. (Arief mansjoer, 1999, kapita selekta kedokteran, 421)
 
2. Etiologi
Demam typhopid di sebabkan oleh salmonella typhi, suatu jenis bakteri gram negative yang termasuk kedalam family Enterobacteriaceae. Kuman lain yang dapat menyebakan penyakit demam tifoid adalah salmonella serotype paratyphi. Masa inkubasi salmonewlla rata-rata berkisar antara 7sampai dengan 14 hari , namun pada beberapa kasus di laporkan bervariasi dari 3 sampai 30 hari (Iskandar Zulkarnain, 2006, Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam, 36)
Penyebab demam thypoid adalah salmonella thypoid, sedangkan demam parathypoid disebabkan oleh organisme yang termasuk dalam spesies salmonella enteriditis yaitu S. Enteritis Bioseroti pec. Kuman-kuman ini lebih dikenal dengan paratipy A.S. Schott muelleri dan Hirschfeldii. (Arif Mansjoer, 1999, Kapita Selekta Kedokteran, hal 421).

3. Patofisiologi

4. Tanda dan Gejala
Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini dengan keluhan penyakit infeksi akut pada umumnya :
-Demam
-Nyeri kepala, pusing, anoreksia
-Mual, perasaan tidak enak diperut
-Pada pemeriksaan fisik hanya di dapatkan suhu tubuh meningkat
-Sifat demam adalah meningkat perlahan-lahan dan terutama pada sore hingga malam hari
-Lidah berselaput (kotor ditengah, tepi dan ujung merah serta tremor)
(Djoko Widodo, 2007, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 395)

5. Pemeriksaan Penunjang
a. Kultur
WHO menganjurkan untuk menggunakan darah sebagai media penanaman patogen menurut laporan survei lans WHO pada tahun 2003, lebih dari 80% pasien dengan demam thypoid memberikan hasil yang positif dengan kultur darah, walaupun pemeriksaan darah perifer lengkap sering ditemukan leukimia, dapat pula terjadi kadar leukosit normal atau leukositosis.

b.Uji Widal
Uji Widal di lakukan untuk deteksi antibody terhadap kuman S.Thypi maksud uji widal adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum penderita demam thypoid yaitu:
-Aglutinin O (dari tuuh kuman)
-Aglutinin H (Flagella  kuman) dan
-Aglutinin Vi (simpai kuman)
Dari ketigaaglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang digunakan untuk diagnosis demam thypoid.Semakin tinggi titernya semakin besar klien menderita thypoid.

C.Kultur darah
Hasil biakan darah yang positif memastikan demam thypoid akan tetapi hasil negatif tidak menyingkarkan demam thypoid,mungkin disebabkan beberapa hal sebagai berikut:
-Telah mendapat terapi antibiotika,bila pasien sebelum dilakukan kultur darah telah mendapatkan antibiotik,pertumbuhan kuman dalam media biakan terlambat dan hasil mungkin negatif.
-Volume darah yang berkurang(daperlukan kurang lebih 5cc darah
-Riwayat vaksinasi,vaksinasi dimasa lampau menimbulkan antibody dalam darah pasien.
-Saat pengambilan darah setelah minggu pertama.

6. Penatalaksanaan Medis
Sampai saat ini masih di anut etiologi penatalaksanaan demam thypoid yaitu:
1.Pemberian antibiotik:untuk menghentikan dan memusnahkan penyebaran kuman antibiotik yang   dapat digunakan:
a.Klorampenikol:dosis hari pertama 4 x 250 mg,hari kedua 4x 500 mg,diberikan selama demam dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam,kemudian dosis diturunkan menjadi 4x250 mg selama 5 hari.
b.Ampisilin/amoksilin:dosis 50-150 mg/kg BB,diberikan selama 2 minggu.
c.Kotramoksazol:2x2 tablet (tablet mengandung 400 mg sulfametoksazol)80 mg trimetoprim,diberikan selama 2 minggu pula.
d.Sefatosporin generasi II dan III di sub bagian penyakit tropic dan infeksi ikut RSCM,pemberian sefalosporin berhasil mengatasi demam thypoid dengan baik,demam pada umumnya mengalamimerelle pada hari ke 3 /menjelang hari ke 4.

2.Istirahat dan perawat yang profesional,bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan,pasien harus tirag baring absolute sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari,mobilisasi dilakukan bertahap,sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.

3.Diet dan terapi penunjang (Simtomatis dan Suportif)

Konsep Dasar tifoid fever Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nyoto ndut

0 komentar:

Poskan Komentar